Situs Bledug Kuwu adalah fenomena gunung api lumpur (mud volcano) yang terjadi jauh sebelum kerajaan Mataram (1879 M) yang terletak di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah. Asal mula dinamakan Bledug Kuwu dikarenakan letupan bunyi “Bledug” (seperti suara meriam dari kejauhan) yang terjadi di desa Kuwu. Bledug Kuwu secara geografis terletak di dataran rendah dengan suhu 28-36oC yang mengeluarkan gelembung lumpur secara periodik dan berpindah-pindah, lumpur tersebut bercampur gas, air, uap dan garam.
Garam yang dihasilkan dari letupan Bledug Kuwu telah menjadi komoditas perdagangan yang menjanjikan sejak era kolonial Belanda, sehingga pemerintah kolonial Hindia Belanda mengeluarkan peraturan mengenai produksi dan pajak garam dari sumur asin di wilayah Grobogan dan sekitarnya dengan menerbitkan Staatsblad van Nederlandsch-Indië No. 657, serta peraturan monopoli garam lainnya yang dikeluarkan oleh Pemerintah kolonial Hindia Belanda.
Kawasan Bledug Kuwu yang mempunyai luas lahan kurang lebih 45 hektar ini juga merupakan salah satu potensi ekonomi yang berbasis pariwisata di Kabupaten Grobogan. Bledug Kuwu merupakan salah satu obyek wisata andalan yang memadukan fenomena geologi unik (gunung lumpur) dengan legenda kuat Jawa yang menjelaskan asal-usulnya, sekaligus menjadi pusat budaya dan ekonomi lokal (pembuatan garam), serta objek wisata heritage Kabupaten Grobogan yang menawarkan kearifan lokal yang menghubungkan masyarakat dengan sejarah dan alam.
Pada tahun 1980 an dan 1990 an, obyek wisata Bledug Kuwu mengalami kejayaan menjadi primadona wisata yang banyak menyedot kunjungan wisatawan yang datang pada saat liburan. Bledug Kuwu juga sering menjadi Kawasan penelitian dari berbagai kajian ilmu baik secara ilmu geologi, ilmu Kesehatan, energi dan sumberdaya mineral serta ilmu sosial dan budaya.
Keberadaan Bledug Kuwu telah memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat lokal dan pemerintah Kabupaten Grobogan. Sejarah tentang situs Bledug Kuwu sangatlah penting untuk diketahui oleh masyarakat luas mengingat kawasan tersebut merupakan fenomena alam unik geologi di Indonesia yang hanya ada di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan yang sekaligus menjadi pusat budaya ekonomi lokal (pembuatan garam) serta obyek wisata alam Grobogan. Oleh karena itu Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Grobogan berupaya untuk mengusulkan dan mendaftarkan khazanah Arsip Bledug Kuwu dalam Program Registrasi Arsip sebagai Memori Kolektif Bangsa di tahun 2026.