Dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Tenaga Pengelola Perpustakaan Sekolah dan mewujudkan masyarakat Kabupaten Grobogan yang gemar membaca, cerdas berkualitas, berkepribadian, dan memiliki daya saing yang tinggi, maka Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Grobogan tanggal 24-25 Juli 2019 menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bintek) Pengelola Perpustakaan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Se- Kabupaten Grobogan.
Pelaksanaan bimbingan teknis tahun ini membekali para pengelola perpustakaan SMPN dengan kemampuan menyelenggarakan layanan perpustakaan berbasis otomasi. Otomasi Perpustakaan adalah penerapan teknologi komputer dalam menjalankan dan menunjang kegiatan perpustakaan, atau menjalankan seluruh (sebagian besar) kegiatan di perpustakaan untuk meningkatkan mutu layanan dengan menggunakan sarana teknologi informasi (komputer) secara terpadu.
Bimbingan teknis yang diselenggarakan di Ruang Aula Balai Pertemuan Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (BPLKMD) Kecamatan Purwodadi ini diikuti oleh 35 orang peserta dari pengelola perpustakaan SMPN Se- Kabupaten Grobogan. Adapun Narasumbernya adalah Bapak R. Trisno Budiasri, S. Sos. (Pustakawan Ahli Madya) dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah dan Bapak Eko Marijanto (Admin Daerah Aplikasi SLiMS) dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Grobogan.
Dalam bimbingan teknis ini program aplikasi otomasi yang disosialisasikan dan dipraktekkan untuk di implementasikan ditempat tugas para peserta adalah Aplikasi SLiMS (Senayan Library Management System) 8 Akasia.
Dengan kemajuan teknologi saat ini, pemanfaatan teknologi informasi di semua bidang mutlak diperlukan. Demikian juga di bidang perpustakaan, aplikasi otomasi perpustakaan diperlukan karena :
1. Tuntutan terhadap jumlah dan mutu layanan perpustakaan
2. Tuntutan terhadap penggunaan teknologi bersama (Resource Sharing)
3. Kebutuhan untuk mengefektifkan dan mengoptimalkan sumber daya manusia
4. Tuntutan terhadap efisiensi waktu. Pelayanan terhadap pemakai perpustakaan semakin mudah dan cepat
5. Keragaman informasi yang dikelola
6. Kebutuhan akan keakuratan layanan informasi
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Grobogan menggunakan aplikasi otomasi SLiMS (Senayan Library Management System) 8 Akasia untuk kegiatan penyelenggaraan perpustakaan yang meliputi:
a. Pengembangan koleksi (survei bahan pustaka, seleksi, verifikasi, pemesanan, pembelian buku),
b. Pengolahan bahan pustaka yang akan dilayankan (penentuan nomor klas, subjek, pembuatan pemasangan barkode, sistem keamanan koleksi) dan
c. Pelayanan kepada pengguna/pemustaka berupa Penelusuran katalog melalui OPAC (Online Public Access Catalog), Sistem Sirkulasi Buku (peminjaman, pengembalian, penagihan keterlambatan, denda), Sistem pelaporan dan statistik, Sistem pencatatan anggota).
Melalui bimbingan teknis ini peserta belajar untuk memanfaatkan aplikasi guna meningkatkan layanan kepada pemustaka (pengguna layanan perpustakaan), adapun keuntungan adanya program otomasi perpustakaan bagi pengguna antara lain :
Sedangkan keuntungan bagi pustakawan/pengelola perpustakaan dengan adanya program otomasi perpustakaan adalah :
Besarnya manfaat yang diberikan baik pada pemustaka (pengguna) dan pengelola Perpustakaan dengan adanya program otomasi perpustakaan ini diharapkan para pengelola perpustakaan yang telah mendapat bekal melalui bimbingan teknis ini mampu mengimplementasikan hasil bimbingan teknis untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan melaksanakan tugas di Instansi tempat bekerja masing-masing. Meningkatkan kualitas pelayanan prima, sesuai dambaan masyarakat pembaca guna mensukseskan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan menciptakan masyarakat dengan budaya baca. (ArifahNR)
Dalam rangka menyiapkan Sumber Daya Manusia berkualitas untuk mendukung salah satu prioritas pembangunan nasional melalui peningkatan literasi sebagai upaya pengentasan kemiskinan. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Grobogan pada hari Kamis tanggal 28 Nopember 2019 menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Strategi Pengembangan Perpustakaan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SPP TIK). Kegiatan ini diikuti oleh 40 (empat puluh) orang perwakilan dari 10 (sepuluh) Desa Replikasi PerpuSeru tahun 2019.
Sepuluh Desa yang mengikuti pelatihan SPP TIK tahun 2019 meliputi :
1. Desa Cingkrong Kecamatan Purwodadi,
2. Desa Guci Kecamatan Godong,
3. Desa Kalirejo Kecamatan Wirosari,
4. Desa Karangsari Kecamatan Brati,
5. Desa Kradenan Kecamatan Kradenan,
6. Desa Kwaron Kecamatan Gubug,
7. Desa Padang Kecamatan Tanggungharjo,
8. Desa Pilangpayung Kecamatan Toroh,
9. Desa Tarub Kecamatan Tawangharjo,
10. Desa Terkesi Kecamatan Klambu.
Setelah menyampaikan sambutan dan membuka secara resmi kegiatan pelatihan SPP TIK, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Grobogan Bapak Drs. Muryanto, MM. menyerahkan bantuan TIK berupa seperangkat unit komputer untuk Perpustakaan Desa Karangsari Kecamatan Brati dan Perpustakaan Desa Cingkrong Kecamatan Purwodadi. Bantuan tersebut merupakan reward atas komitmen Kepala Desa untuk menyelenggarakan Perpustakaan Desa melalui dukungan Anggaran Dana Desa yang digunakan untuk Pengembangan Perpustakaan Desa.
Program PerpuSeru telah diimplementasikan di Perpustakaan Daerah Kabupaten Grobogan sejak awal 2016. PerpuSeru bertujuan menjadikan perpustakaan sebagai pusat belajar dan berkegiatan masyarakat berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, dengan tujuan dapat memberikan dampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pengembangan perpustakaan yang dikembangkan oleh PerpuSeru difokuskan pada pengembangan layanan dan kegiatan pelibatan masyarakat dengan target sasaran pada perempuan, pemuda, dan pengusaha kecil.
Pelatihan SPP TIK ini untuk mengubah mindset pengelola dan masyarakat bahwa perpustakaan tidak sekedar tempat meminjam dan mengembalikan buku, namun perpustakaan telah bertransformasi menjadi pusat belajar masyarakat berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Adapun Strategi Pengembangan Perpustakaan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi yang harus dilakukan meliputi :
1. Kegiatan Pelibatan Masyarakat (Community Engagement)
adalah kegiatan di perpustakaan untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat melalui penyediaan informasi yang luas (buku, internet, pelatihan) dengan melibatkan peran serta masyarakat secara aktif.
Contohnya : pelatihan marketing online, kelas ibu hamil, belajar Bahasa inggris dll.
2. Meningkatkan Layanan Komputer dan Internet Perpustakaan
Masyarakat membutuhkan akses akan informasi secara cepat, mudah dan terkini. Perpustakaan melalui layanan komputer dan internet dapat memenuhi kebutuhan tersebut, sehingga masyarakat dapat mendapatkan informasi sesuai dengan kebutuhannya.
Layanan komputer dan internet di perpustakaan bukan untuk menggantikan buku, namun untuk melengkapi informasi yang belum didapat dari buku secara cepat. Saat ini layanan komputer dan internet sangat penting untuk membantu masyarakat mengakses informasi tanpa batas.
Contohnya : layanan komputer, layanan wifi gratis, pelatihan komputer dasar
URUSAN : Penunjang Pemerintah
PEMERINTAH YANG DILAKSANAKAN
TUGAS POKOK : Melaksanakan urusan pemerintah daerah berdasarkan asas otonomi daerah
Dan tugas pembantuan di bidang kearsipan dan perpustakaan.
FUNGSI :
|
TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS |
INDIKATOR KINERJA |
PENJELASAN |
|
1. Tujuan: Meningkatnya budaya dan minat baca masyarakat |
prosentase peningkatan pemustaka yang berkunjung ke perpustakaan |
Alasan Pemilihan Indikator : Persentase peningkatan jumlah pengunjung merupakan salah satu bentuk pengukuran untuk mengukur kinerja dinas, pengunjung bertambah berarti kinerja meningkat. |
|
Sasaran: Meningkatnya budaya minat baca masyarakat |
prosentase peningkatan pemustaka yang berkunjung ke perpustakaan |
|
|
2. Tujuan: meningkatnya kwalitas pelayanan pengelolaan informasi kearsipan |
indek kinerja penyelenggaraan kearsipan |
Alasan Pemilihan Indikator : Peran OPD dalam pengelolaan arsip sebagai ukuran penerapan arsip secara baku. |
|
Sasaran: Meningkatnya kwalitas pengelolaan arsip daerah |
Persentase OPD yang menerapkan arsip secara baku |
Purwodadi, 1 Februari 2019
KEPALA DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN DAERAH
KABUPATEN GROBOGAN
Drs. MURYANTO, MM
NIP. 19591111 198712 1 001
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Grobogan Pada tanggal 22 Oktober 2019 melaksanakan Bintek Pengelola Arsip Dan Perpustakaan Internal, kegiatan ini di selenggarakan bagi Pegawai Dinarpusda dengan tujuan membekali seluruh pegawainya dengan kemampuan dasar sebagai petugas arsip maupun pengelola perpustakaan. Kegiatan dilaksanakan di gedung wisuda budaya.
Bintek dibuka oleh Sekretaris Dinarpusda Ibu Dra. TJatur Widyatoeti dan menghadirkan Narasumber dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. Materi “Manajemen Arsip Dinamis Dalam Menunjang Pelaksanaan Pengawasan” disampaikan oleh Ibu Diyah Wahyuningsih, adapun Ibu Andriani menyampaikan materi “iJATENG Perpustakaan Digital Provinsi Jawa Tengah”.
Kegiatan bintek ini dilanjutkan studi banding ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Probolinggo. Perpustakaan Kabupaten Probolinggo tidak lagi hanya menjadi tempat baca namun telah bertransformasi menjadi pusat belajar dan berkegiatan masyarakat. Kegiatannya pun tidak lagi hanya sekedar meminjamkan dan mengembalikan buku saja. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo telah mengembangkan layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial. Perpustakaan menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk berkegiatan dan melakukan edukasi. (ArifahNR)
Judul : PENDIDIKAN HOLISTIK
Penulis : Dr. Amie Primarni
Penerbit : AMP Prees
Cetakan : 2016
Tebal : 245 halaman
ISBN : 978-602-9247-16-9
Sejak 2500 tahun yang lalu Socrates telah berkata bahwa tujuan yang paling mendasar dari pendidikan adalah untuk membuat seseorang menjadi ’’good and smart’’. Manusia yang terdidik seharusnya menjadi orang bijak, yaitu yang dapat menggunakan ilmunya untuk hal-hal yang baik (beramal saleh), dan dapat hidup secara bijak dalam seluruh aspek kehidupan berkeluarga, bertetangga, bermasyarakat, dan bernegara. Karenanya, sebuah sistem pendidikan yang berhasil adalah yang dapat membentuk manusia-manusia berkarakter yang sangat diperlukan dalam mewujudkan sebuah Negara yang terhormat.
Namun pendekatan pendidikan Socrates itu belum mampu memberikan sesuatu yang baru bagi perubahan paradigm pendidikan kita. Hal ini karena pendekatan yang digunakan adalah filsafat humanisme barat yang hanya menitikberatkan pada kehidupan manusia di dunia, tanpa ada hubungannya dengan Tuhan. Padahal persoalan manusia bukan hanya masalah duniawi tetapi juga menyangkut persoalan ukhrawi.
Oleh karena itu harus ada paradigm baru dalam pendidikan kita, yaitu paradigma yang bersifat holistic. Konsep pendidikan holistic sesungguhnya dapat kita gali dari pendidikan Islam. Pendidikan harus dapat mendorong pertumbuhan bagi manusia dalam segala aspeknya baik itu spiritual, intlektual, imajinatif, fisik, ilmiah maupun Bahasa.
Pendidikan Islam mendorong semua aspek kehidupan manusia menuju kearah yang lebih baik dan membentuk individu-individu yang tunduk pada ajaran Allah Swt. Pendidikan Islam mengembangkan segala aspek yang dimiliki oleh manusia, baik itu aspek kognitif, afektif maupun konatif yang bertoleransi erat dengan tiga konsep fundamental Islam yaitu Iman, Ihsan dan Islam.
Buku Pendidikan Holistik ini memberikan pengetahuan yang ditulis dengan bahasa yang tidak menggurui, sangat cocok untuk bekal mendidik anak-anak. Selamat Membaca...
(ARIFAHNR)
Hari ini 78
Kemarin 184
Minggu ini 931
Bulan ini 3647
Keseluruhan 213484
Currently are 11 guests and no members online
Komentar Pengunjung